Jenis-Jenis Indeks Saham BEI Yang Perlu Anda Ketahui

bahasforex.com – Bagi anda yang terjun dalam investasi saham, tentu anda harus mengetahui jenis-jenis indeks saham BEI yang perlu anda ketahui yang memiliki peran penting dalam memberikan gambaran serta prediksi saham bagi pada investor.

Sebelum berinvestasi saham, apakah anda sudah mengetahui apa itu indeks saham? Adapun indeks saham adalah harga atau nilai dari saham-saham emiten yang dikelompokkan dalam beberapa klasifikasi tertentu, dimana indeks saham dibuat dengan tujuan agar investor memiliki acuan ketika berinvestasi di pasar modal.

Indeks saham sendiri dapat dijadikan sebuah indikator yang dapat dijadikan suatu gambaran terkait dengan besar kecilnya suatu perubahan harga pada pasar saham dalam kurun waktu tertentu. Dengan adanya serangkaian perhitungan yang menggabungkan metodologi perhitungan indeks dengan pilihan instrumen pasar modal serta keuangan, bermacam jenis indeks saham BEI diharapkan mampu menyediakan investor pandangan serta gambaran akurat mengenai kondisi serta arah pergerakan pasar yang aktual. Baca juga Apa Itu Indeks Saham NASDAQ 100? Begini Penjelasannya

Di Bursa Efek Indonesia atau BEI saat ini tercatat ada 11 jenis indeks saham yang bisa anda simak sebagai berikut.

Jenis-Jenis Indeks Saham BEI

Jenis-Jenis Indeks Saham BEI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

IHSG adalah singkatan dari Indeks Harga Saham Gabungan yang mungkin sudah tidak asing bagi anda yang sering menonton TV atau membaca media cetak.  Adapun pengertian IHSG adalah sebuah indeks harga yang digunakan dalam Bursa Efek Indonesia sebagai patokan para investor untuk mengukur keuntungan melihat pergerakan pasar.

Di dunia global, entitas tersebut dikenal dengan nama Indonesia Composite Index (ICI) atau IDX Composite.

Dalam IHSG, terdapat berbagai emiten dengan ragam harga yang bervariasi. Anda bisa menemukan harga saham yang naik, turun, dan juga stagnan atau tetap. Jika setiap saham digabung jadi satu, rata-rata pergerakan harganya akan ditampilkan dalam kondisi IHSG setiap hari.

Oleh karena itu, IHSG adalah sebuah indeks yang dapat digunakan untuk berbagai macam investor dan indeks tersebut dan selalu diperbarui setiap hari.

Peran pentingnya sebagai komponen penting untuk memantau pergerakan harga sama di bursa, investor dapat memanfaatkan dua fungsi IHSG sebagai berikut.

1. Representasi Dari Perkembangan Harga Saham

IHSG adalah nilai representatif dari semua harga saham yang tercatat di BEI. Maka dari itu, IHSG dapat dimanfaatkan oleh investor untuk memantau pergerakan serta perkembangan harga saham di Indonesia dari mulai IHSG dihitung dan juga karena IHSG adalah salah satu indikator penting kinerja saham dalam bursa, jadi apabila anda ingin melihat tren pada bursa saat ini, anda tinggal mengamati pergerakan angka IHSG.

2. Acuan Untuk Portofolio

IHSG adalah dapat dijadikan sebagai acuan dalam portofolio saham, dimana ketika IHSG bergerak lebih tinggi daripada kenaikan harga saham portofolio saham investor, maka kinerja dari portofolio saham tersebut sedang memburuk dan sebaliknya.

Indeks LQ45

Jenis indeks saham di BEI selanjutnya adalah indeks saham LQ45. Jenis indeks saham ini adalah indeks saham alternatif selain IHSG. Selain sebagai pelengkap IHSG, tujuan dibuatnya indeks LQ45 supaya dapat dijadikan sarana yang obyektif, terpercaya oleh analis keuangan, manajer investasi dan investor dalam mengawasi pergerakan harga saham-saham di BEI.

Komponen indeks LQ45 adalah 45 emiten yang memiliki likuiditas tinggi yang harus memenuhi syarat sebagai berikut.

  • Emiten dalam indeks LQ45 merupakan salah satu 60 saham yang dinilai paling likuid di bursa karena memiliki nilai transaksi perdagangan terbesar di pasar regular.
  • Emiten harus memiliki kapitalisasi pasar yang termasuk ke dalam 60 saham dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar Di BEI dalam kurun waktu satu tahun.
  • Emiten sudah melakukan listing di Bursa Efek Indonesia minimal tiga bulan terakhir. Oleh karena itu, saham-saham baru yang baru saja melakukan IPO (Initial Public Offer) tidak dapat tergolong dalam indeks LQ45.

Indeks KOMPAS100

Indeks Kompas100 adalah suatu indeks saham dari 100 saham perusahaan publik yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Indeks Kompas100 secara resmi diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerjasama dengan koran Kompas pada Agustus 2007 silam.

Saham-saham yang terpilih untuk dimasukkan dalam indeks Kompas100 ini selain memiliki likuiditas yang tinggi, serta nilai kapitalisasi pasar yang besar, juga merupakan saham-saham yang memiliki fundamental dan kinerja yang baik.

Saham-saham yang termasuk dalam Kompas100 diperkirakan mewakili sekitar 70-80% dari total Rp 1.582 triliun nilai kapitalisasi pasar seluruh saham yang tercatat di BEI. Dengan demikian, investor bisa melihat kecenderungan arah pergerakan indeks dengan mengamati pergerakan indeks Kompas100.

Indeks Sektoral

Indeks saham selanjutnya adalah indeks saham sektoral. Indeks ini tersusun dari semua emiten yang tercatat di BEI dikategorikan ke dalam sembilan sektor. Sektor ini antara lain adalah sektor Pertanian,Pertambangan, Industri Dasar, Aneka Industri, Barang Konsumsi, Properti, Infrastruktur, Keuangan, Perdagangan dan Jasa. Selain itu, BEI juga menggabungkan emiten-emiten yang masuk kedalam sektor industri dasar, aneka industri, dan insustri bahan konsumsi menjadi indeks Industri Manufaktur.

BACA JUGA !  Apa itu Stochastic Saham? Dan Bagaimana Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula

Indeks yang mulai dikenalkan pada tahun 1996 lalu ini berfungsi sebagai gambaran kinerja sektor. Sebagai contoh, ketika saham di sektor keuangan memiliki tren yang baik, maka dapat diperkirakan bahwa kondisi sektor ini memiliki prospek yang baik. Disamping itu, sektor yang mempunyai tren baik juga mengindikasikan saham yang diperdagangkan dalam sektor itu juga memiliki nilai tambah yang optimis.

Jakarta Islamic Index (JII)

Bagi anda investor yang tertarik untuk investasi saham dengan menggunakan pronsip syariah, bisa mempertimbangkan kehadiran indeks saham Jakarta Islamic Index (JII). Indeks saham JII ini terdiri atas 30 saham yang bergerak di bidang industri sesuai dengan prinsip syariah islam. Saham-saham yang termasuk kedalam indeks saham JII adalah saham-saham halal karena sistem operasional emitennya tidak mengandung unsur riba, jadi mayoritas perolehan modal emiten tidak berasal dari utang. Disamping itu, saham-saham dalam JII tidak banyak terbebani bunga hutang yang berlebihan karena debt to equity harus sangat proporsional.

Manfaat adanya indeks saham Jakarta Islamic Index adalah bisa menjadi tolak ukur dalam melakukan penilaian terhadap kinerja portofolio saham-saham syariah. Adanya indeks JII juga sangat memudahkan investor yang hanya mau investasi di saham dengan prinsip syariah mengingat JII tersusun atas saham-saham yang struktur modalnya sehat, tidak terbebani banyak utang dan halal.

Indeks PEFINDO25

PEFINDO25 adalah indeks harga saham yang terbentuk karena hasil kerjasama dari Bursa Efek Indonesia dan lembaga pemeringkatan Indonesia yaitu PEFINDO. Indeks tersebut terdiri dari emiten-emiten perusahaan kecil dan menengah (SME) yang dipilih dengan mempertimbangkan kinerja keuangan serta kinerja likuiditas.

Dengan membuat suatu indeks acuan yang mengambarkan kinerja saham emiten kecil dan menengah, indeks saham PEFINDO25 bertujuan untuk menyediakan pedoman investasi tambahan bagi para pemodal. Tahapan seleksi untuk saham emiten yang akan masuk kedala indeks ini cukup panjang. Setelah melalui seleksi awal yakni dengan pertimbangan total aset, ROE, dan opini akuntan pada laporan audit, emiten yang berpotensi akan dipilih lagi menjadi 25 saham terbaik dengan melakukan pemeringkatan lebih lanjut.

Indeks Bisnis-27

Indeks Bisnis-27 diluncurkan oleh Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009 lalu dengan bekerja sama dengan Bisnis Indonesia. Saham-saham yang masuk dalam jenis indeks ini adalah saham-saham likuiditas tinggi dan saham pilihan yang didasarkan pada parameter kinerja fundamental serta teknikal.

Kriteria fundamental yang dimaksudkan adalah saham harus memiliki laba usaha, laba bersih, dan Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE) dan DER yang baik. Sedangkan kriteria teknikal akan mempertimbangkan perihal nilai, volume, frekuensi dan jumlah hari transaksi serta kapitalisasi saham-saham. Disamping itu, dalam rangka untuk menjaga saham yang ada dalam indeks Bisnis 27 tetap berkualitas, dibentuklah suatu komite yang akan memberikan opini dari sudut pandang tata kelola perusahaan yang baik dan akuntabilitas.

Indeks SRI-KEHATI

Dengan melakukan kerjasama dengan yayasan KEHATI, Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009 membentuk indeks saham SRI KEHATI. Tujuan dari dibuatnya indeks saham SRI-KEHATI adalah untuk menyediakan informasi tambahan terhadap para investor terkait dengan perusahaan manakah yang menguntungkan secara ekonomi, namun tetap peduli terhadap lingkungan dan dalam menjalankan bisnisnya dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup.

Mekanisme untuk memilih 25 saham dilakukan dengan tiga tahap. Tahap pertama adalah seleksi dari aspek bisnis inti, pihak KEHATI akan menilai apakah bisnis dari kandidat emiten bebas dari elemen-elemen negatif seperti misalnya pestisida, nuklir, tembakau, alkohol, dan genetically modified organism. Setelah itu, tahap kedua adalah seleksi aspek finansial emiten dan tahap ketiga adalah aspek fundamental.

Indeks Individual

Indeks yang terakhir ini menggunakan indeks harga masing-masing saham emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) terhadap harga dasarnya. Perhitungan indeks ini juga menggunakan prinsip yang sama dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Indeks Saham Papan Utama dan Indeks Papan Pengembangan

Indeks selanjutnya adalah indeks saham papan utama dan indeks papan pengembangan. Bursa Efek Indonesia membagi emiten-emiten yang tercatat kedalam dua kelompok besar berdasarkan ukurannya. Pertama adalah kelompok saham papan utama dan kedua adalah indeks papan pengembangan. Indeks Papan Utama dan Papan Pengembangan bertujuan untuk memberikan investor pandangan serta pandangan terhadap pergerakan indeks di masing-masing papan ini.

Indeks Papan Utama diperuntukkan untuk emiten yang memiliki ukuran besar serta mempunyai riwayat kinerja yang baik. Namun sebaliknya, emiten-emiten yang belum bisa memenuhi kualifikasi pencatatan di indeks saham papan utama akan dimasukkan kedalam indeks saham Papan Pengembangan.

Jadi emetin yang ada pada indeks saham Papan Pengembangan sebenarnya memiliki prospek bagus, tapi belum banyak menghasilkan keuntungan.

BACA JUGA !  Alasan Mengapa Saham Blue Chip Populer dan Direbutkan Para Investor

Sekian informasi mengenai jenis-jenis indeks saham BEI, semoga berguna dan bermanfaat untuk menambah informasi dan tambahan wawasan bagi anda yang berminat terjun dalam bidang saham